Warga Dairi Desak PT Dairi Prima Mineral Penuhi Janji Ganti Rugi dan Perbaikan Infrastruktur
DAIRI – Sejumlah warga Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, mendesak PT Dairi Prima Mineral (DPM) untuk segera merealisasikan berbagai komitmen yang sebelumnya telah disampaikan kepada masyarakat. Tuntutan tersebut meliputi pelunasan ganti rugi lahan dan tanaman, pemberdayaan tenaga kerja lokal, serta perbaikan ruas jalan Sidikalang–Parongil yang dinilai mengalami kerusakan cukup parah.
Aspirasi tersebut disampaikan warga yang berasal dari Desa Longkotan, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, bersama sejumlah awak media pada Sabtu (20/6/2026).
Masyarakat menyebutkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026 masih terdapat pembayaran ganti rugi lahan dan tanaman milik warga yang belum diselesaikan oleh perusahaan. Selain itu, warga juga menagih janji perusahaan terkait kesempatan kerja bagi masyarakat lokal, khususnya bagi keluarga yang lahannya telah dibebaskan.
"Kami meminta komitmen perusahaan untuk segera menyelesaikan pembayaran ganti rugi lahan dan tanaman, memberdayakan tenaga kerja lokal, serta memperbaiki infrastruktur seperti jalan dan jembatan pada ruas Sidikalang–Parongil," ujar salah seorang warga.
Warga setempat, Lumban Gaol, mengungkapkan harapannya setelah terbitnya Surat Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 1437 Tahun 2026 tertanggal 13 Maret 2026. Menurutnya, aktivitas perusahaan mulai terlihat kembali, antara lain melalui proses tender pembangunan mess perusahaan di Desa Huta Ginjang.
Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Dairi untuk menjalin komunikasi yang lebih intensif dengan pihak perusahaan agar perbaikan infrastruktur yang rusak dapat segera direalisasikan.
"Kami berharap Pemerintah Kabupaten Dairi dapat memfasilitasi komunikasi dengan PT DPM agar jalan dan jembatan yang rusak parah di sepanjang ruas Sidikalang–Parongil segera diperbaiki," katanya.
Menanggapi aspirasi masyarakat tersebut, Deputy Manager External Relation PT Dairi Prima Mineral, Baiq Idayani, menjelaskan bahwa saat ini perusahaan belum memasuki tahap operasional.
"PT DPM saat ini belum beroperasi dan masih berada pada tahap sosialisasi serta persiapan. Kami mohon masyarakat dapat bersabar," ujarnya.
Ia menambahkan, PT Dairi Prima Mineral tetap berkomitmen melanjutkan investasi dan pengembangan tambang dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan pemerintah daerah.
"Kami berharap kehadiran tambang ini nantinya dapat memberikan kontribusi positif bagi daerah maupun negara," kata Baiq Idayani.***
Related Articles