Polri Siapkan Pengawasan Judi Bola Selama Piala Dunia 2026
JAKARTA – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengingatkan masyarakat agar momentum Piala Dunia 2026 tidak disalahgunakan untuk kegiatan perjudian yang dapat merusak semangat olahraga.
Menurut Kapolri, ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut seharusnya menjadi sarana hiburan dan pemersatu masyarakat yang menjunjung tinggi nilai sportivitas. Karena itu, ia meminta seluruh pihak untuk tidak terlibat dalam aktivitas judi bola selama turnamen berlangsung.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polri berencana mengoptimalkan kerja satuan tugas yang menangani tindak perjudian. Langkah ini dilakukan guna mencegah munculnya praktik-praktik ilegal yang memanfaatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pertandingan Piala Dunia.
Kapolri menegaskan bahwa pertandingan sepak bola harus dinikmati sebagai tontonan yang sehat dan menghibur. Ia berharap masyarakat dapat mendukung tim favoritnya dengan cara yang positif tanpa terlibat dalam aktivitas yang melanggar hukum.
Selain merusak nilai-nilai sportivitas, praktik judi bola juga berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif bagi masyarakat. Oleh karena itu, Polri mengajak seluruh pecinta sepak bola untuk bersama-sama menjaga suasana Piala Dunia 2026 tetap aman, tertib, dan kondusif.
Kapolri kembali menegaskan bahwa segala bentuk perjudian merupakan pelanggaran hukum yang akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.
"Jadikan Piala Dunia sebagai ajang hiburan dan kebersamaan, bukan sebagai sarana perjudian," tegasnya.***
Related Articles