Pemdes Mekarwangi Rampungkan Ruilslag Aset Desa, Warga Nikmati Area Parkir dan Akses Jalan yang Lebih Baik
BEKASI – Pemerintah Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, berhasil menyelesaikan proses tukar guling (ruilslag) aset desa yang bertujuan meningkatkan pelayanan dan fasilitas bagi masyarakat umum.
Melalui program tersebut, aset tanah desa seluas 225 meter persegi yang berada di kawasan Makam Mede, RT 02/RW 02, Rawa Banteng, ditukar dengan lahan milik PT Bekasi Fajar (BEFA) seluas 416 meter persegi. Lahan pengganti tersebut terdiri dari 225 meter persegi untuk area parkir makam dan 191 meter persegi untuk akses jalan menuju lokasi pemakaman.
Kepala Desa Mekarwangi, Subur Rusnandi, mengatakan bahwa proses ruilslag telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku serta melalui musyawarah bersama masyarakat dan pihak terkait.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya pemerintah desa dalam menjaga aset desa sekaligus meningkatkan nilai manfaatnya bagi kepentingan warga.
“Kami memastikan seluruh proses dilakukan secara transparan dan berdasarkan kesepakatan bersama. Tujuannya bukan hanya menjaga aset desa, tetapi juga menghadirkan fasilitas yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Subur Rusnandi.
Pembangunan kawasan parkir makam didukung melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bekasi Fajar dengan nilai sekitar Rp404 juta. Sementara pembangunan jalan menuju makam menelan anggaran sekitar Rp100 juta yang berasal dari kontribusi PT BEFA sebesar Rp50 juta dan dukungan para pengusaha sebesar Rp50 juta.
Staf Desa Mekarwangi, Makmum Nawawi, turut membenarkan bahwa pelaksanaan ruilslag telah berjalan sesuai dokumen kesepakatan yang disetujui kedua belah pihak.
Dengan selesainya pembangunan tersebut, masyarakat kini memiliki area parkir yang lebih tertata dan akses jalan menuju makam yang lebih nyaman untuk dilalui.
Program ini dinilai menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Desa Mekarwangi dalam mengelola aset desa secara bertanggung jawab sekaligus mendorong peningkatan fasilitas publik yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.***
Related Articles