Narapidana Kasus Narkotika Kabur dari Lapas Kelas IIB Pasuruan, AMI Desak Evaluasi dan Siapkan Aksi Demonstrasi
Pasuruan, 27 Juni 2026, sumbanews.site, Seorang narapidana kasus narkotika dilaporkan kabur dari Lapas Kelas IIB Pasuruan. Peristiwa tersebut memicu sorotan terhadap sistem pengamanan di lembaga pemasyarakatan dan mendapat respons dari Aliansi Madura Indonesia, yang mendesak evaluasi menyeluruh serta berencana menggelar aksi demonstrasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, narapidana tersebut diduga melarikan diri saat aktivitas di dalam lapas sedang berlangsung. Hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian bersama pihak terkait masih melakukan pencarian dan pengejaran terhadap narapidana yang kabur.
Kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan narapidana tersebut agar segera melapor ke kantor polisi terdekat. Masyarakat juga diminta tidak melakukan tindakan sendiri apabila bertemu dengan yang bersangkutan.
Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, mengecam insiden tersebut. Menurutnya, kaburnya narapidana mengindikasikan dugaan kelalaian serta lemahnya sistem pengawasan di dalam lapas sehingga perlu menjadi perhatian serius.
"Peristiwa ini harus menjadi perhatian serius. Jika benar terjadi kelalaian dalam pengawasan, maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran yang bertanggung jawab," ujar Baihaki Akbar.
Sebagai bentuk respons, AMI menyatakan akan menggelar aksi demonstrasi di Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur dan Lapas Kelas IIB Pasuruan.
Dalam aksi tersebut, AMI akan menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya evaluasi terhadap Kepala Lapas dan Kasi KPLP/Kamtib Lapas Kelas IIB Pasuruan, serta pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Sementara itu, pihak Lapas Kelas IIB Pasuruan dikabarkan telah membentuk tim internal untuk melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan dan prosedur pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi kepada pihak Lapas Kelas IIB Pasuruan maupun Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur terkait kronologi lengkap, penyebab kaburnya narapidana, dan langkah perbaikan yang akan dilakukan masih terus berlangsung.
Pewarta: Nur Hasan
Related Articles