Baru Beberapa Hari Rampung, Oprit Jembatan Kawungcarang–Tambaksogra Ambles; DPU Turunkan Tim, Transparansi Proyek Jadi Sorotan

Terkini 01 Jul 2026 19:32 3 min read 31 views By Editor Delis

Share berita ini

Baru Beberapa Hari Rampung, Oprit Jembatan Kawungcarang–Tambaksogra Ambles; DPU Turunkan Tim, Transparansi Proyek Jadi Sorotan
Banyumas, sumbanews.site, Oprit (jalan pendekat) Jembatan penghubung Desa Kawungcarang dan Desa Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyuma...

Banyumas, sumbanews.site, Oprit (jalan pendekat) Jembatan penghubung Desa Kawungcarang dan Desa Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, dilaporkan mengalami penurunan (ambles) hanya beberapa hari setelah pekerjaan perbaikan dinyatakan selesai.

 

 

Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran masyarakat sekaligus menimbulkan sorotan terhadap kualitas pelaksanaan proyek dan aspek transparansi.

 

 

Jembatan tersebut merupakan salah satu akses penting masyarakat menuju Purwokerto. Akibat permukaan jalan yang tidak lagi rata, pengendara dilaporkan harus mengurangi kecepatan saat melintas untuk menghindari benturan maupun potensi kecelakaan.

 

 

Seorang warga Desa Kawungcarang mengaku khawatir dengan kondisi tersebut.

 

 

"Baru beberapa hari selesai sudah ambles. Kami jadi waswas setiap melintas. Padahal ini akses utama menuju Purwokerto. Tadi malam juga ada pemotor yang mengalami kecelakaan di lokasi," ujar warga yang ditemui pada Rabu (1/7/2026).

 

 

Hingga berita ini ditulis, belum dapat dipastikan apakah insiden kecelakaan tersebut berkaitan langsung dengan kondisi oprit yang mengalami penurunan.

 

 

Menanggapi laporan masyarakat, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo, ST., M.Si., mengatakan pihaknya telah menerima informasi tersebut dan segera menurunkan tim teknis untuk melakukan pemeriksaan.

 

 

"Kami sudah menerima informasi mengenai kondisi jembatan tersebut. Tim teknis sudah kami turunkan untuk mengidentifikasi penyebab penurunan sekaligus menentukan langkah penanganannya. Kontraktor juga siap melakukan perbaikan," ujarnya saat dikonfirmasi.

 

 

Menurut Kresnawan, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak, maka seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab kontraktor selama proyek masih berada dalam masa pemeliharaan.

 

 

"Kalau ditemukan ketidaksesuaian, kontraktor wajib bertanggung jawab. Informasinya besok sudah mulai dilakukan perbaikan," tegasnya.

 

 

Selain kondisi fisik oprit yang ambles, pelaksanaan proyek juga menjadi perhatian terkait aspek keterbukaan informasi. Berdasarkan pemantauan media di lokasi pekerjaan, tidak ditemukan papan informasi proyek yang umumnya memuat informasi mengenai sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana pekerjaan, dan jangka waktu pelaksanaan.

 

 

Seorang warga juga menyatakan tidak pernah melihat adanya papan informasi proyek sejak pekerjaan dimulai.

 

 

"Sejak awal kegiatan kami juga tidak pernah melihat ada papan proyek di lokasi jembatan ini," ujarnya.

 

 

Saat dimintai konfirmasi, mandor proyek, Seno Dakom, menyatakan papan informasi proyek sebenarnya pernah dipasang.

 

 

"Sudah dipasang, tapi kami tidak sempat mengambil fotonya," ujarnya.

Namun demikian, berdasarkan hasil pemantauan media pada saat peliputan, papan informasi tersebut tidak terlihat berada di area proyek. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran publik.

 

 

Terkait informasi yang beredar mengenai adanya celetukan bahwa wartawan hanya mencari "uang rokok", Seno membantah pernah mengucapkan ataupun menginstruksikan pernyataan tersebut.

 

 

"Tidak ada kalimat itu, Mas," ucapnya singkat.

Seno juga menyampaikan bahwa pekerjaan masih memerlukan penyempurnaan dan perbaikan pada bagian yang mengalami penurunan, termasuk pengaspalan, dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 2 Juli 2026.

 

 

Saat ditanya mengenai identitas perusahaan kontraktor pelaksana, Seno hanya menyebut atasannya bernama Suyono yang berasal dari Cilongok dan belum memberikan keterangan mengenai nama badan usaha yang mengerjakan proyek tersebut.

 

 

Hasil pemeriksaan teknis DPU Banyumas kini menjadi perhatian masyarakat. Publik berharap penyebab amblesnya oprit dapat diungkap secara terbuka serta menjadi bahan evaluasi terhadap kualitas pelaksanaan, pengawasan, dan akuntabilitas proyek infrastruktur yang dibiayai oleh anggaran negara.

Redaksi

Sumba News

Recent Articles

Popular Articles