Anak Sumba Bisa Berprestasi, Dukungan Pemerintah untuk Karate Dinilai Masih Perlu Ditingkatkan
KUPANG, SUMBANEWS.SITE – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra-putri terbaik Pulau Sumba. Tim Karate Dojang Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) Sumba berhasil membawa pulang 13 medali pada ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) LEMKARI Nusa Tenggara Timur Tahun 2026 yang berlangsung di GOR Utama Kupang.
Capaian tersebut terdiri atas 3 medali emas, 4 medali perak, dan 6 medali perunggu, sebuah hasil yang menunjukkan kualitas atlet-atlet muda Sumba mampu bersaing dengan kontingen terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur. Namun, di balik keberhasilan tersebut tersimpan pertanyaan besar: sampai kapan atlet-atlet berprestasi harus berjuang dengan keterbatasan fasilitas dan minimnya perhatian terhadap pembinaan olahraga karate di daerah?
Keberhasilan Tim Karate Unkriswina Sumba sejatinya tidak lahir dari kemewahan sarana latihan maupun dukungan anggaran yang berlimpah. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras para atlet, dedikasi pelatih, dukungan keluarga, serta semangat juang yang terus dipelihara meskipun berbagai keterbatasan masih dirasakan.
Dalam Kejurda LEMKARI NTT 2026, para atlet Unkriswina Sumba berhasil mencatatkan prestasi sebagai berikut:
Medali Emas
- Imelda Polin – Kumite Senior Putri -61 Kg
- Imelda Polin – Kata Senior Putri
- Hestia Wali – Kumite Senior Putri -50 Kg
Medali Perak
- Olin Andaluri – Kumite Senior Putri +68 Kg
- Welem Rangga – Kumite Senior Putra -60 Kg
- Eben Haezer – Kumite Senior Putra -67 Kg
Medali Perunggu
- Elvin Kaboran – Kumite Senior Putra -60 Kg
- Yohanes Bara – Kumite Senior Putra -75 Kg
- Mariana Deta – Kata Senior Putri
- Ruben Lada – Kata Senior Putra
- Siska Watu – Kumite Pemula Putri -45 Kg
- Dion Kaka – Kumite Pemula Putra -55 Kg
- Lidya Ndapa – Kata Pemula Putri
- Yosep Rara – Kata Pemula Putra
Pelatih Kepala Dojang Unkriswina Sumba, Sensei Danial Mbau, menyampaikan rasa bangga atas perjuangan para atlet yang telah memberikan kemampuan terbaik mereka di arena pertandingan.
"Prestasi ini bukan datang secara instan. Ada proses panjang, latihan berbulan-bulan, pengorbanan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit. Anak-anak ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berprestasi," ujarnya.»
Prestasi tersebut dinilai menjadi tamparan positif sekaligus pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa cabang olahraga karate memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Pulau Sumba. Sayangnya, perhatian terhadap pembinaan atlet, penyediaan sarana latihan yang representatif, dukungan transportasi ke luar daerah, hingga pemberian penghargaan kepada atlet berprestasi masih dinilai belum optimal.
Ketua Senat Mahasiswa Universitas Unkriswina Sumba, Alfan Pindi Amah, berharap keberhasilan ini dapat membuka mata berbagai pihak agar pembinaan olahraga tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui kebijakan dan dukungan nyata.
"Anak-anak muda Sumba sudah menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat provinsi. Kini saatnya pemerintah daerah, lembaga olahraga, serta seluruh pemangku kepentingan hadir memberikan dukungan yang lebih serius agar prestasi ini tidak berhenti sampai di sini," katanya.»
Harapan serupa juga disampaikan Kepala Bidang Profesional Skill SMU, Arvan Wulang. Menurutnya, investasi pada pembinaan olahraga merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, disiplin, dan berdaya saing.
Prestasi 13 medali yang diraih Tim Karate Unkriswina Sumba hendaknya tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat, tetapi juga menjadi momentum evaluasi bersama. Pemerintah daerah, dunia usaha, KONI, serta institusi pendidikan diharapkan dapat bersinergi menyediakan fasilitas latihan yang memadai, program pembinaan berkelanjutan, serta dukungan anggaran yang proporsional bagi atlet-atlet berprestasi.
Sebab, ketika atlet-atlet muda mampu mengharumkan nama daerah di tengah keterbatasan, maka sudah sepatutnya keberhasilan mereka dibalas dengan perhatian yang lebih serius, agar dari Pulau Sumba dapat lahir atlet-atlet karate yang tidak hanya berjaya di tingkat provinsi, tetapi juga mampu mengibarkan Merah Putih di tingkat nasional bahkan internasional.***
Related Articles