AKIBAT KEMARAU, SAWAH DI PEMATANG SAWAH TERANCAM GAGAL PANEN
Tanggamus, sumbanews.site, Musim kemarau yang berkepanjangan mengancam ratusan hektare lahan persawahan tadah hujan di wilayah Pematang Sawa Selatan, Kabupaten Tanggamus. Sawah yang berada di Pekon Tampangtua, Pekon Tampangmuda, Pekon Martanda, dan Pekon Kaurgading terancam gagal panen akibat minimnya pasokan air.
Lahan persawahan di wilayah tersebut sepenuhnya mengandalkan curah hujan sebagai sumber pengairan. Akibat kemarau yang berlangsung cukup lama, tanaman padi mengalami kekeringan, pertumbuhannya terhambat, bahkan sebagian mulai mengering sebelum memasuki masa panen.
Jika kondisi ini terus berlanjut, para petani diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Padahal, setiap musim panen kawasan tersebut mampu menghasilkan padi dalam jumlah besar dan menjadi salah satu penopang kebutuhan pangan masyarakat di wilayah selatan Kecamatan Pematang Sawa.
Haris, petani asal Pekon Tampangmuda, mengatakan para petani berharap Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui Dinas Pertanian segera memberikan bantuan mesin pompa air (alkon) agar sawah yang masih dapat diselamatkan tetap memperoleh pasokan air.
"Kami berharap pemerintah segera memberikan bantuan, terutama mesin pompa air (alkon), sehingga kami masih bisa mengalirkan air ke sawah dan menyelamatkan tanaman padi yang belum sepenuhnya kering," ujar Haris, Rabu (15/7/2026).
Selain bantuan mesin alkon, para petani juga meminta pemerintah segera merealisasikan program penanganan kekeringan melalui pembangunan sarana irigasi permanen serta memberikan bantuan benih bagi petani yang terdampak gagal panen.
Menurut para petani, tanpa penanganan yang cepat, produksi padi di wilayah Pematang Sawa Selatan dipastikan akan menurun drastis. Dampaknya tidak hanya dirasakan dari sisi pendapatan petani, tetapi juga berpotensi memengaruhi ketahanan pangan masyarakat setempat. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk meminimalkan dampak kekeringan.
munziri.ST
Related Articles