Proyek Irigasi Optimasi Lahan Nonrawa di Dairi Disorot Warga, Diduga Dikerjakan Tak Sesuai Spesifikasi
Dairi, Sumatera Utara, Sumbanews.site, Proyek irigasi dalam program Optimasi Lahan Nonrawa di Kabupaten Dairi menjadi sorotan masyarakat. Warga mempertanyakan kualitas pekerjaan pada proyek yang berada di kawasan Irigasi Ganda Sumurung, Desa Pegagan Julu Tellu, Kabupaten Dairi, karena sejumlah bagian pekerjaan dinilai diduga tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis.
Sorotan tersebut muncul setelah warga sekitar melihat langsung proses maupun hasil pekerjaan di lokasi. Mereka menilai terdapat bagian konstruksi yang perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait agar kualitas dan ketahanan bangunan irigasi dapat dipastikan sesuai dengan ketentuan pekerjaan.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Dairi bersama instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap pekerjaan tersebut.
“Kalau memang pekerjaan ini sudah sesuai spesifikasi, tentu masyarakat juga ingin mengetahui dan melihat kualitasnya. Namun kalau ditemukan kekurangan, kami berharap segera diperbaiki,” ujar salah seorang warga kepada awak media.
Kekhawatiran warga terutama tertuju pada cara penyusunan material batu bata pada bagian bangunan irigasi. Menurut mereka, konstruksi tersebut perlu diperiksa oleh pihak yang memiliki kewenangan teknis guna memastikan apakah metode pengerjaannya telah memenuhi standar yang dipersyaratkan dalam pekerjaan.
Masyarakat pun meminta agar pengawasan tidak hanya dilakukan secara administratif, tetapi juga melalui pemeriksaan langsung terhadap kondisi fisik pekerjaan di lapangan.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, kegiatan tersebut merupakan Optimasi Lahan Nonrawa yang dilaksanakan melalui Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan.
Pada papan proyek tercantum pekerjaan sepanjang 294,9 meter dengan nilai anggaran sekitar Rp253 juta, yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Menanggapi sorotan dan keluhan masyarakat tersebut, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DPKPP Kabupaten Dairi, Suwandi Tumangger, menjelaskan bahwa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan tersebut berasal dari Kementerian Pertanian. Sementara pihaknya, kata Suwandi, memiliki fungsi melakukan monitoring terhadap kegiatan yang berada di wilayah Kabupaten Dairi.
“Terkait proyek yang diduga dikerjakan asal-asalan tersebut, kami akan segera turun ke masing-masing titik kegiatan untuk melakukan pengecekan,” tegas Suwandi Tumangger, Jumat (11/9/2026).
Suwandi menegaskan, apabila dalam proses monitoring ditemukan adanya kekurangan, baik dari sisi kualitas maupun pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, maka pihak pelaksana dalam hal ini kelompok tani akan diminta melakukan pembongkaran dan perbaikan.
“Bilamana dalam proses monitoring nanti ditemukan kekurangan dalam kualitas pekerjaan, maka kelompok tani akan diminta untuk membongkar dan memperbaikinya kembali sesuai dengan spesifikasi,” ujarnya.
Langkah tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya menindaklanjuti keluhan masyarakat sekaligus memastikan pekerjaan yang menggunakan anggaran negara tersebut dapat dilaksanakan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sorotan warga terhadap proyek tersebut kini menunggu tindak lanjut di lapangan. Masyarakat berharap hasil monitoring nantinya dapat disampaikan secara terbuka, sehingga persoalan kualitas pekerjaan maupun kesesuaian dengan spesifikasi teknis dapat diketahui dengan jelas.
Eko
Related Articles