Massa Aksi Diduga Diserang di Depan Capital Building Medan, GM FKPPI Sumut Desak Polisi Usut Tuntas

Terkini 12 Sep 2026 05:47 • 4 min read • 43 views • By Editor Delis

Share berita ini

Massa Aksi Diduga Diserang di Depan Capital Building Medan, GM FKPPI Sumut Desak Polisi Usut Tuntas
Medan, Sumatera Utara, Sumbanews.site - PD II GM FKPPI dan Satgas PD II GM FKPPI Sumatera Utara mengecam dugaan penyerangan terhadap massa aksi y...

Medan, Sumatera Utara, Sumbanews.site - PD II GM FKPPI dan Satgas PD II GM FKPPI Sumatera Utara mengecam dugaan penyerangan terhadap massa aksi yang sedang menyampaikan aspirasi di depan Capital Building Medan, Jumat (11/9/2026).

 

Aksi tersebut disebut sebagai bentuk kontrol sosial terhadap sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat. Dalam aksi itu, massa antara lain menyampaikan sorotan terkait dugaan peredaran narkotika, dugaan penjualan minuman beralkohol tanpa kelengkapan pita cukai resmi, serta dugaan persoalan perpajakan.

 

Namun, kegiatan penyampaian aspirasi tersebut disebut diwarnai insiden kekerasan. Berdasarkan keterangan pihak GM FKPPI Sumut, sejumlah orang tidak dikenal (OTK) diduga melakukan penyerangan terhadap peserta aksi.

 

Atas kejadian tersebut, Satgas PD II GM FKPPI Sumut meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengetahui identitas para pelaku serta motif di balik kejadian tersebut.

 

Kabid Hukum dan HAM Satgas GM FKPPI Sumut, Sutoyo, S.H., mengatakan pihaknya mengecam dugaan penyerangan tersebut dan meminta agar peristiwa itu diproses sesuai hukum.

 

«“Kami mengecam keras dugaan penyerangan terhadap massa aksi. Jangan berpikir suara kami bisa dibungkam dengan intimidasi. Kami tidak takut dan tidak akan mundur. Jika ada pihak yang merasa bisa menggunakan kekuatan untuk membungkam aspirasi rakyat, kami akan menempuh langkah sesuai hukum,” ujar Sutoyo.»

 

Menurut Sutoyo, pihaknya juga mempertanyakan pengamanan di sekitar lokasi ketika insiden berlangsung. Ia mengklaim terdapat sejumlah personel kepolisian di sekitar area parkir Capital Building saat dugaan penyerangan terjadi.

 

«“Kami melihat ada personel kepolisian di lokasi. Karena itu, kami mempertanyakan bagaimana pengamanan dilakukan ketika terjadi dugaan penyerangan terhadap massa aksi. Kami meminta agar hal tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi dan pemeriksaan,” katanya.»

 

Minta Polisi Periksa Seluruh Pihak

 

Sutoyo menilai keberadaan aparat di lokasi perlu menjadi salah satu aspek yang diperiksa untuk mengetahui kronologi kejadian secara utuh.

 

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud menuduh pihak tertentu sebagai pelaku ataupun pihak yang berada di balik kejadian tersebut. Namun, menurutnya, apabila dalam penyelidikan ditemukan adanya pihak yang menggerakkan, mengoordinasikan, atau memfasilitasi penyerangan, maka pihak tersebut juga harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum.

 

«“Kalau dalam proses penyelidikan ditemukan adanya pihak yang mengerahkan atau mengoordinasikan penyerangan, kami meminta agar tidak berhenti pada pelaku di lapangan. Siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum,” tegasnya.»

 

Ia juga mempertanyakan pola pengamanan aksi yang selama ini dilakukan. Menurut Sutoyo, pihaknya selalu berkomunikasi dengan kepolisian mengenai lokasi dan agenda aksi agar kegiatan penyampaian aspirasi dapat berlangsung aman dan tertib.

 

«“Setiap aksi selalu kami komunikasikan titik dan agenda kepada pihak kepolisian. Itu dilakukan agar aksi berjalan aman dan tertib. Karena itu, ketika terjadi insiden seperti ini, kami meminta agar kronologi dan seluruh pihak yang terlibat dapat diperiksa secara objektif,” ujarnya.»

 

Desak Kapolda Sumut Lakukan Penyelidikan

 

PD II GM FKPPI dan Satgas PD II GM FKPPI Sumut selanjutnya mendesak Polda Sumatera Utara untuk:

 

1. Mengusut dugaan penyerangan terhadap massa aksi secara menyeluruh.

2. Mengungkap identitas pihak-pihak yang diduga terlibat.

3. Menelusuri apakah terdapat pihak lain yang menggerakkan atau mengoordinasikan aksi tersebut.

4. Memeriksa pelaksanaan pengamanan, termasuk keterangan personel yang berada di sekitar lokasi.

5. Mengamankan dan memeriksa rekaman CCTV serta bukti lain yang berkaitan dengan kejadian.

6. Menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan antara pihak yang terlibat dengan pihak-pihak tertentu di sekitar lokasi.

7. Menyampaikan perkembangan penanganan perkara secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Sutoyo menegaskan pihaknya akan menempuh langkah hukum apabila dugaan penyerangan tersebut tidak mendapatkan penanganan yang dianggap memadai.

 

«“Kami tidak mencari keributan. Kami hanya menuntut agar hukum ditegakkan dan peristiwa ini diperiksa secara transparan. Kami akan mengawal persoalan ini sampai jelas kronologi dan siapa saja yang terbukti terlibat,” katanya.»

 

Terkait adanya dugaan keterlibatan pihak tertentu maupun dugaan bahwa pengelola atau pihak yang berkepentingan di Capital Building mengetahui atau mengakomodasi penyerangan tersebut, Sutoyo mengatakan pihaknya menyerahkan pembuktiannya kepada aparat penegak hukum.

 

«“Kami memiliki dugaan dan pertanyaan yang perlu dijawab melalui proses hukum. Karena itu, kami meminta aparat melakukan pemeriksaan secara objektif berdasarkan bukti yang ada, termasuk rekaman CCTV dan keterangan saksi,” pungkasnya.»

 

Hingga berita ini diterbitkan, pernyataan dari pihak pengelola Capital Building maupun keterangan resmi dari kepolisian terkait dugaan penyerangan tersebut belum diperoleh. Konfirmasi kepada pihak-pihak terkait tetap diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang berimbang mengenai kronologi dan penanganan insiden tersebut.

Yudi SH

Sumba News

Recent Articles

Popular Articles